Heisei retro

kayasushica – Tren “Heisei retro & rasa tradisional” di Jepang tahun 2025 adalah fenomena yang sangatlah nostalgia yang sangat kuat, di mana budaya era Heisei (1989–2019) dan juga dengan rasa makanan tradisional kembali dengan menjadi sorotan, terutama di kalangan Gen Z dan juga milenial. Tren ini muncul sebagai reaksi terhadap gaya hidup modern yang serba cepat dan minimalis, dengan orang-orang mencari kenyamanan, kehangatan, dan kenangan masa kecil melalui makanan.


1. Apa itu Heisei Retro?

Heisei retro

Heisei Retro adalah tren budaya yang mengangkat kembali elemen-elemen era Heisei Jepang, seperti:

  • Gaya hidup & fashion: Loose socks, ponsel flip (garakei), Tamagotchi, purikura, fashion gyaru, dan drama Jepang era 90-an–2000-an.
  • Pop culture: Anime, game, J-POP, dan karakter ikonik seperti Pokémon, Sailor Moon, dan karakter-karakter dari masa keemasan pop culture Jepang.
  • Makanan & snack: Cokelat buatan tangan ala anak sekolah, snack kemasan retro, dan makanan yang membangkitkan kenangan masa kecil.

Di bidang kuliner, Heisei Retro muncul dalam bentuk snack, dessert, dan konsep kafe yang sengaja dibuat dengan nuansa nostalgia era Heisei, baik dari kemasan, rasa, maupun suasana.


2. Makanan & Snack Heisei Retro yang Lagi Tren

a. Heisei Girl Chocolate (Cokelat Gadis Heisei)

  • Apa itu: Cokelat buatan tangan yang biasa dibuat oleh siswi SD di era Heisei untuk Hari Valentine.
  • Ciri khas:
    • Cokelat dilelehkan, dituang ke cup aluminium, lalu dihias dengan permen gula perak (arazan) atau topping warna-warni.
    • Tampilan lucu, warna-warni, dan sangat “anak sekolah Jepang era Heisei”.
  • Kenapa lagi tren:
    • Tren “Tomo-choco” (cokelat yang saling ditukar antar teman) kembali populer, dan banyak orang membuat Heisei Girl Chocolate untuk Valentine di era Reiwa.
    • Viral di media sosial karena tampilan lucu dan membangkitkan nostalgia masa kecil.

b. Snack Kemasan Retro

  • Apa itu: Snack kemasan lawas yang kembali diproduksi atau di-remake dengan kemasan modern, tetapi tetap mempertahankan rasa dan desain era Heisei.
  • Contoh:
    • Snack kemasan dengan karakter kartun era 90-an–2000-an.
    • Snack dengan desain warna neon, motif leopard, dan gaya dekoratif khas era Heisei.
  • Kenapa lagi tren:
    • Gen Z yang tumbuh di akhir era Heisei merasa nostalgia terhadap snack yang mereka makan waktu kecil.
    • Cocok untuk konten haul snack, unboxing, dan nostalgia makanan.

c. Kafe & Restoran Bertema Heisei

  • Apa itu: Kafe dan restoran yang mengusung konsep era Heisei, dengan dekorasi, menu, dan suasana yang menyerupai masa lalu.
  • Ciri khas:
    • Dekorasi: ponsel flip, Tamagotchi, poster anime era 90-an–2000-an, loose socks, dan warna-warni neon.
    • Menu: Makanan dan snack yang membangkitkan nostalgia, seperti rice bowl ala kantin sekolah, snack kemasan retro, dan dessert ala Heisei.
  • Kenapa lagi tren:
    • Orang-orang ingin merasakan kembali suasana masa kecil dan masa sekolah.
    • Cocok untuk nongkrong, foto-foto, dan konten media sosial.

3. Rasa Tradisional yang Kembali Diminati

Selain Heisei Retro, tren “rasa tradisional” juga sangat kuat di 2025, di mana orang-orang kembali mencari rasa-rasa klasik Jepang yang sederhana, gurih, dan membangkitkan kenangan.

a. Rasa Klasik Jepang

  • Anko (pasta kacang merah):
    • Rasa manis gurih yang menjadi dasar banyak wagashi, seperti daifuku, mochi, dan manju.
    • Kembali populer dalam bentuk modern, seperti Ichigo Daifuku premium dan wagashi fusion.
  • Kinako (bubuk kedelai panggang):
    • Rasa gurih manis yang khas, sering digunakan sebagai topping mochi dan kue tradisional.
    • Muncul dalam bentuk snack modern dan dessert fusion.
  • Matcha & Hojicha:
    • Rasa teh hijau dan teh hijau sangrai yang khas Jepang.
    • Digunakan dalam berbagai bentuk: kue, ice cream, latte, dan snack konbini.
  • Rasa Musiman (Sakura, Momo, Yuzu, dsb.):
    • Rasa bunga sakura, buah persik, jeruk yuzu, dan bahan-bahan musiman lainnya.
    • Muncul dalam bentuk snack, dessert, dan minuman musiman.

b. Makanan Tradisional yang Kembali Diminati

  • Wagashi & Mochi Tradisional:
    • Wagashi dan mochi dengan rasa klasik seperti anko, kinako, dan matcha.
    • Kembali populer karena rasa otentik dan tampilan yang Instagramable.
  • Kuliner Musiman (Tsukimi, Sakura, Musim Gugur, Musim Dingin):
    • Makanan musiman seperti Tsukimi Burger, Sakura Mochi, dan kuliner hangat musim dingin (ramen, nabe, zenzai).
    • Muncul sebagai bagian dari tren “rasa tradisional” dan juga dengan “makanan musiman”.

4. Kenapa Heisei Retro & Rasa Tradisional Lagi Tren?

  • Nostalgia & Kenangan Masa Kecil:
    • Gen Z dan milenial mencari kenyamanan dan kehangatan melalui makanan yang membangkitkan kenangan masa kecil.
    • Makanan dan snack era Heisei menjadi simbol masa kecil yang menyenangkan.
  • Reaksi terhadap Gaya Hidup Modern:
    • Di tengah gaya hidup yang serba cepat, minimalis, dan digital, orang-orang mencari hal-hal yang “analog”, “lucu”, dan “nostalgic”.
    • Heisei Retro dan rasa tradisional memberikan rasa kenyamanan dan kehangatan yang tidak bisa didapat dari makanan modern.
  • Media Sosial & Viralitas:
    • Konten nostalgia, haul snack retro, dan unboxing makanan Heisei sangat viral di TikTok, Instagram, dan Lemon8.
    • Banyak influencer dan content creator yang membuat konten tentang “snack masa kecil” dan “makanan Heisei”.
  • Peluang Bisnis & Inovasi:
    • Banyak brand dan restoran yang mengangkat tema Heisei Retro dan rasa tradisional sebagai strategi pemasaran.
    • Snack, dessert, dan kafe dengan nuansa nostalgia menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. luck365