Ramen

kayasushica – Ramen kini sering disebut sebagai “ramuan Jepang favorit baru” bagi turis karena popularitasnya melampaui sushi dalam survei pengalaman makan terbaik di Jepang, terutama karena rasa yang kuat, variasi yang sangat beragam, dan harganya yang lebih terjangkau serta mudah ditemukan di mana-mana.

1. Ramen Lebih Populer daripada Sushi Menurut Turis

Ramen

Dalam laporan terbaru dari Japan Tourism Agency (Badan Pariwisata Jepang), ramen menempati peringkat lebih tinggi daripada sushi sebagai makanan yang paling memuaskan turis asing selama liburan ke Jepang.​

  • Sebanyak 18,9% turis asing memilih ramen sebagai pengalaman makan terbaik mereka, sementara sushi “hanya” dipilih oleh 14,5%.​
  • Artinya, ramen kini menjadi makanan Jepang nomor satu yang paling dicari dan paling diingat oleh wisatawan asing, menggeser posisi sushi yang selama puluhan tahun jadi simbol utama kuliner Jepang.​

2. Kenapa Turis Lebih Memilih Ramen?

Turis asing punya beberapa alasan utama mengapa ramen dianggap lebih menarik dan “worth it” dibandingkan sushi saat liburan ke Jepang.​

a. Rasa yang Lebih “Baru” dan Unik

  • Sushi di banyak negara sudah cukup familiar: tuna, salmon, yellowtail, dan jenis ikan lainnya juga bisa ditemukan di restoran sushi luar negeri.
  • Sebaliknya, ramen di Jepang punya rasa dan pengalaman yang sangat berbeda dari ramen instan atau restoran ramen di luar negeri, terutama karena:
    • Kaldu yang sangat kaya (tonkotsu, shoyu, miso, shio) yang dimasak berjam-jam.
    • Mi yang teksturnya sangat spesifik (tebal, tipis, keriting, lurus) yang disesuaikan dengan jenis kuah.
    • Topping premium (chashu, telur, nori, menma) yang segar dan dibuat khusus.​

b. Variasi yang Jauh Lebih Banyak

  • Di Jepang, ramen punya puluhan jenis yang berbeda menurut daerah dan gaya, misalnya:
    • Tonkotsu (Fukuoka): kuah babi putih kental, mi padat, rasa sangat gurih.
    • Miso (Hokkaido): kuah miso kaya rasa, mi tebal, cocok untuk cuaca dingin.
    • Shoyu (Tokyo): kuah kecap asin yang seimbang, mi sedang, rasa bersih.
    • Shio (Hakodate): kuah garam yang ringan, cocok untuk yang tidak suka terlalu gurih.​
  • Bagi turis, ini seperti “misi kuliner”: mencoba ramen khas Sapporo, Fukuoka, Tokyo, dan daerah lainnya.

c. Harga Lebih Terjangkau & Ramah Kantong

  • Ramen umumnya lebih murah daripada sushi kelas atas, sehingga cocok untuk makan siang, makan malam, atau camilan malam hari.​
  • Banyak restoran ramen yang menawarkan porsi besar dengan harga sekitar ¥800–¥1.500, sementara sushi kelas atas bisa jauh lebih mahal.​
  • Melemahnya yen juga membuat ramen terasa sangat “worth it” bagi turis: bisa makan sesuatu yang sangat lezat dengan harga relatif murah.

d. Mudah Ditemukan & Buka Sampai Malam

  • Restoran ramen ada di mana-mana: di stasiun, pusat kota, gang kecil, dan bahkan di bandara.​
  • Banyak restoran ramen buka sampai larut malam atau bahkan 24 jam, jadi sangat cocok untuk turis yang lelah setelah seharian jalan-jalan.​
  • Konsep seperti Ichiran (bilik pribadi) juga menarik karena memberikan pengalaman makan yang unik dan imersif.

3. Ramen sebagai “B-Grade Gourmet” yang Populer

Di kalangan turis, ramen termasuk kategori “B-grade gourmet” (makanan kelas B yang sangat lezat) yang kini jadi daya tarik utama, bersama okonomiyaki, takoyaki, dan soup curry.

  • Makanan ini dianggap:
    • Lebih “Jepang banget” dalam keseharian orang Jepang.
    • Lebih mudah diakses dan lebih ramah untuk turis solo atau keluarga kecil.
    • Memberikan rasa yang sangat kuat dan memuaskan, cocok untuk konten makanan (TikTok, Instagram, YouTube).​

4. Ramen di Mata Turis Indonesia & juga dengan Asia Tenggara

Bagi turis dari Indonesia dan Asia Tenggara, ramen punya daya tarik khusus karena:

  • Rasa kuah yang gurih, asin, dan kadang pedas sangat cocok dengan selera Asia.​
  • Banyak restoran ramen yang menawarkan versi fusion (ramen dengan kuah rempah, sambal, atau topping lokal) yang mudah diterima.​
  • Ramen sering jadi “misi wajib” saat ke Jepang: “Kalau ke Jepang, wajib cobain Ichiran Ramen” atau “Harus coba ramen khas Fukuoka”.​

5. Bagaimana Menikmati Ramen Seperti Turis “Pro”

Kalau ingin menikmati ramen seperti turis yang menjadikannya “ramuan Jepang favorit”, bisa ikuti tips ini:

  • Pilih restoran ramen khas daerah:
    • Di Tokyo: coba shoyu atau shio di restoran kecil di gang.
    • Di Fukuoka: wajib coba tonkotsu di restoran ramen lokal.
    • Di Sapporo: coba miso ramen dengan topping mentega dan jagung.​
  • Gunakan mesin pesan (jika ada):
    • Di restoran seperti Ichiran, pesan lewat mesin, pilih tingkat kekuatan kuah, keasinan, dan topping (chashu, telur, nori, dll.).
  • Coba versi “turis-friendly”:
    • Banyak restoran ramen kini punya menu bahasa Inggris/Indonesia dan porsi yang lebih kecil untuk turis.​
  • Gabungkan dengan kuliner lain:
    • Ramen bisa jadi makan siang atau makan malam, lalu dilanjutkan dengan dessert (mochi, taiyaki, atau soft serve) atau minuman di konbini. Luck365