Ramen merupakan hidangan populer di Jepang yang memiliki beragam variasi gaya atau style tergantung daerah asalnya. Setiap daerah di Jepang mengembangkan ramen dengan ciri khas rasa, bahan, dan teknik penyajian yang unik. Berikut adalah penjelasan beberapa gaya ramen dari berbagai daerah di Jepang:
1. Sapporo Ramen (Hokkaido)

Sapporo, ibu kota Hokkaido, terkenal dengan ramen yang kaya dan berbumbu kuat. Ciri khasnya adalah kuah miso yang kaya, kental, dan hangat, cocok dengan udara dingin Hokkaido. Topping yang umum dipakai meliputi jagung manis, mentega, daun bawang, dan daging babi panggang (chashu). Mie di sini biasanya tebal dan keriting.
2. Hakata Ramen (Fukuoka)
Hakata ramen dari Fukuoka terkenal dengan kuah tonkotsu, yaitu kaldu tulang babi yang direbus sangat lama hingga menjadi putih pekat dan kental. Mie yang digunakan tipis dan lurus. Ramen ini disajikan sederhana dengan topping bawang putih goreng dan irisan daging babi rebus yang diberi bumbu ringan.
3. Tokyo Ramen
Tokyo ramen cenderung memiliki kuah shoyu (kecap asin) yang lebih ringan dan bening dibandingkan dengan gaya lain. Kuah dibuat dari kaldu kaldu ayam dan daging babi dengan tambahan kecap asin, menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis. Mie yang digunakan tipis dan sedikit lurus. Topping umum adalah chashu, nori (rumput laut kering), dan telur rebus.
4. Kitakata Ramen (Fukushima)
Kitakata ramen terkenal dengan kuah shoyu yang ringan namun kaya rasa, menggunakan kaldu ayam dan babi. Mie di Kitakata berukuran tebal, pipih, dan agak keriting. Kehadiran mie yang tebal membuat hidangan ini cukup mengenyangkan. Toppingnya termasuk chashu, daun bawang, dan naruto (fish cake).
5. Onomichi Ramen (Hiroshima)
Onomichi ramen terkenal dengan kuah berbasis shoyu dengan tambahan minyak ikan yang memberikan aroma khas laut. Kuahnya agak gelap dan rasa ikan yang kuat menonjol. Mie yang dipakai sedikit pipih dan lembut serta toppingnya berupa chashu, bawang goreng, dan daun bawang.
6. Wakayama Ramen
Wakayama ramen memiliki kuah lembut yang merupakan campuran antara tonkotsu dan shoyu. Kuahnya tidak seberat tonkotsu murni dan lebih balance rasa gurih dan asin. Mie yang digunakan tebal dan sedikit keriting. Topping khas adalah chashu, bambu muda, dan daun bawang.
7. Yokohama Ie-kei Ramen
Ie-kei ramen berasal dari Yokohama, dengan kuah rich yang merupakan campuran kaldu tonkotsu dan shoyu. Mie tebal dan lurus, dengan topping khas seperti bayam, nori, dan telur rebus. Ini perpaduan kekayaan tonkotsu dan rasa asinnya shoyu.
Kesimpulan
Setiap daerah di Jepang memiliki gaya ramen khas yang mencerminkan iklim, budaya, dan bahan lokal. Dari kuah miso kental Sapporo sampai tonkotsu kental Hakata, dan shoyu ringan Tokyo, variasi ini menunjukkan kekayaan dan kompleksitas ramen Jepang. Memahami perbedaan gaya ini membantu pencinta kuliner dan koki untuk mengeksplorasi rasa dan teknik memasak ramen lebih luas. Luck365
